KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Tim Konvergensi Stunting Kota Bima terdiri dari unsur Bappeda, Dinkes, dan Dinas PP dan KB Kota Bima melakukan Validasi data Stunting serta pembagian telur, susu, dan biskuit pada balita Stunting dikelurahan yang angka stuntingnya rendah.
Plt.Kadis PPKB Hj. Dewi Triyani, S.Sos.M.Si menjelaskan, jummlah kelurahan yang akan dikunjungi sebanyak 6 kelurahan yang terdiri dari Monggonao, Lewirato, Oi mbo, Lampe, kodo dan Oi Fo’o.
“Kegiatan ini bertujuan Untuk memastikan bahwa balita tersebut benar-benar Stunting, dengan melakukan pengukuran ulang, observasi Balita dan wawancara secara langsung pada Ibu Balita,”terangnya.
Selain itu, lanjut dia, dengan adanya kegiatan ini kita dapat meningkatkan pencapaian kelurahan yang bebas Stunting dan akhirnya bermuara pada menurunnya angka Stunting di Kota Bima.
Ia menjelaskan, terhambatnya pertumbuhan anak yang berakhir pada munculnya kasus stunting lebih banyak disebabkan, karena Pola Pemberian makan pada Balita yang salah pada Masa MP-ASI. Sehingga berpengaruh pada pola makan dan kebiasaan makan anak.
“Oleh karena itu diharapkan kepada kader-kader diposyandu dapat lebih sering lagi memberikan penyuluhan tentang, bagaimana membuat MP- ASI yang benar, apa saja kandungan yg harus ada di MP- ASI dan juga manfaat MP-ASI,” tandasnya.
Dirinya mengajak semua pihak berikhtiar bersama mencari solusi untuk menurunkan angka Stunting di Kota Bima dengan mencoba mengintervensi Kelurahan yang angka stuntingnya rendah.
“Harapannya akan banyak kelurahan yang bebas stunting atau dengan kata lain stunting nya nol,”imbuhnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan penurunan angka Stunting adalah peningkatan pengetahuan dan Keterampilan Ibu terutama dalam memberikan makanan MP-ASI, sehingga pola makan anak menjadi baik dan terpenuhi standart gizi sesuai yang diharapkan.
“Selain itu lebih mengaktifkan lagi “Kelas Ibu” dan “Kelas Balita” sebagai salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi tentang pentingnya MP-ASI,”harapnya.
*Red*